HM Zein Nurdin Raih Best of The Best ASEAN Winner 2026, Prestise Zein Wisata Islami dari Sumatera Utara
HM Zein Nurdin, M.Si, pendiri dan CEO Zein Wisata Islami, menerima Best of The Best ASEAN Winner 2026 kategori Trusted Islamic Travel Company Winner di Jakarta.
Sebuah Pengakuan, Sebuah Perjalanan Kehormatan
Ada pencapaian yang nilainya melampaui sebuah penghargaan. Bukan semata karena kemegahan panggung tempat penghormatan diberikan, melainkan karena perjalanan panjang, tanggung jawab, dan nilai kehidupan yang menyertainya. Bagi HM Zein Nurdin, M.Si, pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) ZEIN WISATA ISLAMI, perjalanan profesionalnya mempertemukan tiga dunia yang sarat makna: pendidikan, dakwah, dan kewirausahaan.
Pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, di Mercure Simatupang Hotel, Jakarta, kiprahnya memperoleh apresiasi melalui penghargaan BEST OF THE BEST – ASEAN WINNER 2026, kategori Trusted Islamic Travel Company Winner.
Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Penghargaan Indonesia (LPI) di bawah kepemimpinan Ferdiansyah Rahman, sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah profesional dan dunia usaha. Bagi Zein Wisata Islami, momentum tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan perusahaan yang berakar di Sumatera Utara dan mengembangkan jaringan pelayanan di berbagai wilayah Indonesia.
Di balik pengakuan itu terdapat sebuah gagasan yang relevan dengan dunia usaha modern: bahwa reputasi bukan sekadar sesuatu yang diumumkan kepada publik, tetapi sesuatu yang harus terus dibangun melalui kepercayaan.
Ketika Nilai Spiritual Bertemu Visi Kewirausahaan
HM Zein Nurdin bukan hanya seorang pengusaha. Ia juga menjalankan profesi sebagai dosen serta aktif sebagai mubalig, ustaz, penceramah, dan dai.
Perpaduan tersebut memberikan dimensi tersendiri pada sosoknya. Dunia akademik menempatkan pengetahuan sebagai landasan, aktivitas dakwah menekankan nilai dan tanggung jawab moral, sementara kewirausahaan menuntut kemampuan menerjemahkan visi menjadi organisasi yang mampu melayani masyarakat.
Ketiganya memiliki bahasa yang berbeda, tetapi bertemu pada satu prinsip: pengabdian membutuhkan kesungguhan dan konsistensi.
Dalam industri perjalanan ibadah, nilai tersebut menjadi sangat relevan. Setiap keberangkatan menuju Tanah Suci membawa harapan, doa, dan pengorbanan dari para jemaah. Bagi sebagian orang, perjalanan umrah merupakan cita-cita yang telah dipersiapkan selama bertahun-tahun.
Karena itu, penyelenggaraan perjalanan Islami tidak dapat dipandang semata sebagai transaksi komersial. Di dalamnya terdapat hubungan kepercayaan yang menuntut pelayanan profesional, komunikasi yang jernih, dan tanggung jawab terhadap setiap tahapan perjalanan.
Melalui Zein Wisata Islami, HM Zein Nurdin menjalankan peran kepemimpinan di tengah kebutuhan tersebut.

Berakar di Batu Bara, Menjangkau Nusantara
Perjalanan sebuah perusahaan tidak selalu harus dimulai dari pusat bisnis metropolitan. Ada organisasi yang tumbuh dari daerah, membangun kedekatan dengan masyarakat, kemudian memperluas jangkauannya melalui jaringan pelayanan.
Zein Wisata Islami merupakan salah satu perusahaan yang mengembangkan model tersebut.
Berkantor pusat di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 610, Indrasakti, Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, 21256, perusahaan ini menginformasikan keberadaan jaringan kantor cabang tingkat provinsi yang mencakup Medan, Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah.
Jangkauannya juga meliputi sejumlah kabupaten dan kota, seperti Pematangsiantar, Simalungun, Tanjungbalai, Tebing Tinggi, Aceh Besar, Langkat, Labuhanbatu, Deli Serdang, Takengon, Bener Meriah, Rokan Hilir, Batam, Pelalawan, Sidoarjo, dan Bukittinggi.
Sebaran tersebut memperlihatkan orientasi perusahaan untuk menghadirkan akses pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat di berbagai daerah.
Dalam perspektif bisnis, membangun jaringan antardaerah memerlukan lebih dari sekadar membuka kantor. Setiap lokasi membawa karakter pelanggan, kebutuhan operasional, dan tantangan manajemen yang berbeda.
Di sinilah kualitas kepemimpinan menjadi penting. Sebuah organisasi yang berkembang membutuhkan arah yang jelas, koordinasi yang baik, dan kemampuan menjaga standar pelayanan agar tetap konsisten.
Bagi Zein Wisata Islami, luasnya jaringan merupakan peluang untuk memperkuat kehadiran perusahaan. Namun, nilai terpenting dari jaringan tersebut tetap terletak pada manfaat pelayanan yang dapat dirasakan masyarakat.
Kepercayaan, Kemewahan yang Tidak Dapat Dibeli
Dalam industri premium, kemewahan sering diidentikkan dengan fasilitas terbaik, kenyamanan, dan pengalaman yang berkesan.
Namun, dalam perjalanan spiritual, terdapat satu bentuk kemewahan yang jauh lebih mendasar: ketenangan hati.
Bagi jemaah, ketenangan itu lahir ketika informasi disampaikan dengan jelas, persiapan perjalanan ditangani secara profesional, dan penyelenggara mampu memberikan respons saat muncul situasi yang tidak terduga.
Pengalaman operasional Zein Wisata Islami pada September 2026 menjadi salah satu contoh relevan. Ketika keberangkatan 71 jemaah umrah asal Sumatera Utara dan Aceh mengalami perubahan jadwal akibat gangguan penerbangan terkait aktivitas vulkanik, perusahaan dilaporkan melakukan koordinasi dan menyampaikan informasi kepada para jemaah.
Dalam pemberitaan mengenai peristiwa tersebut, Zein Wisata Islami juga disebut memberikan dukungan penginapan bagi jemaah dari luar daerah serta layanan antar-jemput bagi jemaah di sekitar bandara.
Situasi seperti ini memperlihatkan bahwa kualitas pelayanan perjalanan ibadah tidak hanya diuji ketika seluruh agenda berlangsung sesuai rencana.
Justru ketika muncul ketidakpastian, kesiapan organisasi dan kualitas komunikasi menjadi semakin penting.
Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui janji. Ia membutuhkan tindakan yang dapat dirasakan dan konsistensi yang dipertahankan dari waktu ke waktu.
Kepemimpinan yang Menyatukan Profesionalisme dan Amanah
Dalam perjalanan HM Zein Nurdin, terdapat karakter kepemimpinan yang menarik untuk dicermati: pertemuan antara aktivitas keagamaan dan tanggung jawab korporasi.
Sebagai pendidik, ia berhadapan dengan kebutuhan untuk menyampaikan pengetahuan. Sebagai pendakwah, ia menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan pembinaan nilai. Sementara sebagai CEO, ia bertanggung jawab terhadap arah organisasi dan penyelenggaraan bisnis.
Ketiga peran tersebut menuntut kemampuan membangun hubungan dengan manusia.
Dalam konteks perusahaan perjalanan Islami, kepemimpinan berbasis amanah dapat dimaknai sebagai komitmen untuk menempatkan tanggung jawab kepada jemaah sebagai bagian utama dari keputusan organisasi.
Namun, nilai spiritual juga harus diterjemahkan menjadi tata kelola yang nyata. Standar pelayanan, kepatuhan terhadap peraturan, transparansi biaya, dan perlindungan pelanggan tetap menjadi fondasi yang tidak dapat digantikan oleh reputasi personal.
Dengan demikian, integritas seorang pemimpin perlu tercermin dalam kualitas sistem yang dibangun, bukan hanya dalam pesan yang disampaikan.
Malam Penghargaan dan Makna Sebuah Reputasi
Penerimaan penghargaan BEST OF THE BEST – ASEAN WINNER 2026 di Jakarta menghadirkan momentum tersendiri bagi HM Zein Nurdin dan Zein Wisata Islami.
Kategori Trusted Islamic Travel Company Winner menempatkan kepercayaan sebagai tema utama pengakuan yang diberikan penyelenggara.
Bagi perusahaan yang bergerak dalam pelayanan perjalanan ibadah, tema tersebut memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan dan harapan para jemaah.
Penghargaan juga memberikan kesempatan untuk memperkenalkan perjalanan perusahaan kepada audiens yang lebih luas, sekaligus memperkuat dokumentasi pencapaian korporasi.
Meski demikian, sebuah penghargaan tidak menggantikan kewajiban perusahaan untuk terus membuktikan kualitas pelayanan melalui kinerja nyata.
Dalam dunia bisnis yang semakin terbuka, reputasi yang kuat justru menuntut tanggung jawab yang semakin besar.
Pengakuan menjadi bermakna ketika diikuti dengan komitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan menjaga kepercayaan publik.
Menjaga Warisan Nilai di Tengah Pertumbuhan Bisnis
Pertumbuhan organisasi sering membawa perubahan besar. Jaringan bertambah, tanggung jawab meningkat, dan ekspektasi pelanggan menjadi semakin beragam.
Pada fase tersebut, tantangan seorang pemimpin bukan hanya memastikan perusahaan terus bergerak maju, tetapi juga menjaga nilai yang menjadi dasar perjalanan organisasi.
Bagi Zein Wisata Islami, pengembangan jaringan pelayanan memberikan peluang untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Di sisi lain, perusahaan perlu memastikan bahwa perluasan tersebut berjalan seiring dengan penguatan manajemen dan kualitas pelayanan.
Konsistensi menjadi kunci. Sebuah pengalaman positif di satu kantor cabang perlu dapat dirasakan pula oleh pelanggan di wilayah lain.
Dalam perspektif jangka panjang, keberlanjutan perusahaan tidak hanya bergantung pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada kemampuan menjaga hubungan baik dengan jemaah, karyawan, mitra, dan masyarakat.
Dari Sumatera Utara ke Panggung Kehormatan ASEAN
Perjalanan HM Zein Nurdin bersama Zein Wisata Islami memperlihatkan bahwa pengabdian dan kewirausahaan dapat berjalan berdampingan.
Dari aktivitas sebagai dosen dan pendakwah hingga tanggung jawab memimpin perusahaan perjalanan Islami, ia menjalankan peran yang berbeda dalam ruang profesional dan sosial.
Penghargaan yang diterimanya pada 24 Oktober 2026 menjadi bagian dari perjalanan tersebut, sekaligus menghadirkan kesempatan untuk terus memperkuat reputasi perusahaan.
Di balik trofi dan pengakuan, terdapat tanggung jawab yang tidak pernah berhenti: menjaga kepercayaan masyarakat yang mempercayakan perjalanan ibadahnya kepada penyelenggara.
Bagi Zein Wisata Islami, perjalanan berikutnya akan ditentukan oleh bagaimana perusahaan mempertahankan nilai amanah, meningkatkan profesionalisme, dan memastikan pertumbuhan jaringan diikuti kualitas pelayanan yang konsisten.
Sebab kehormatan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang diapresiasi, melainkan seberapa besar kepercayaan yang mampu dijaga setelah penghargaan diterima.
Dan bagi HM Zein Nurdin, M.Si, penghargaan di Jakarta menjadi satu babak dalam perjalanan yang mempertemukan nilai spiritual, kepemimpinan, dan tanggung jawab bisnis—sebuah perjalanan yang terus memiliki ruang untuk tumbuh dan memberikan manfaat.










