September 1, 2026

TBIG Raih Dua PR Popular Awards 2026, Tegaskan Elegansi Strategi Reputasi Korporasi

TBIG meraih dua penghargaan pada 7th PR Popular Awards 2026. Pengakuan ini memperkuat posisi reputasi, komunikasi dan tata kelola sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan.

Dalam dunia korporasi modern, reputasi tidak lagi sekadar hasil sampingan dari kinerja. Ia telah menjadi bagian dari aset strategis yang menentukan bagaimana sebuah perusahaan dipandang, dipercaya, dan diingat oleh para pemangku kepentingannya.

Perspektif tersebut menemukan relevansinya pada pencapaian PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dalam ajang 7th PR Popular Awards 2026. TBIG meraih dua penghargaan, yaitu PR Popular Company Awards 2026 serta Popular PR Person Awards 2026 yang diberikan kepada Helmy Yusman Santoso, Chief Financial Officer TBIG.

Dua penghargaan dalam satu panggung tersebut memperlihatkan dua dimensi reputasi yang saling melengkapi. Di satu sisi, terdapat institusi dengan identitas korporasi yang harus dijaga. Di sisi lain, terdapat figur profesional yang menjadi bagian dari wajah perusahaan ketika berhadapan dengan stakeholder.

Bagi perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang beroperasi dalam ekosistem bisnis jangka panjang, kombinasi tersebut menjadi semakin bermakna.

Reputasi sebagai Aset Korporasi

TBIG bukan perusahaan yang dibangun dalam waktu singkat. Berdiri sejak 2004 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2010, perusahaan kini memiliki lebih dari 24 ribu site telekomunikasi dan pengalaman lebih dari dua dekade dalam industri.

Skala tersebut membawa konsekuensi tersendiri.

Semakin besar sebuah perusahaan, semakin kompleks pula hubungan yang harus dikelola. Investor membutuhkan keterbukaan. Pelanggan membutuhkan kepastian. Regulator membutuhkan kepatuhan. Sementara publik mengharapkan perusahaan menjalankan bisnis secara bertanggung jawab.

Dalam konteks itu, reputasi menjadi hasil dari akumulasi pengalaman, konsistensi komunikasi dan kualitas keputusan perusahaan.

Ketika Komunikasi Menjadi Strategis

Penghargaan PR Popular Company Awards 2026 dapat dibaca sebagai pengakuan terhadap kemampuan TBIG mengelola komunikasi perusahaan di tengah lanskap industri yang terus berubah.

Namun, komunikasi korporat yang efektif tidak berhenti pada kemampuan menyampaikan pesan.

Ia harus berangkat dari pemahaman yang utuh mengenai bisnis.

Ketika perusahaan berbicara mengenai pertumbuhan, ekspansi, transformasi digital atau keberlanjutan, publik pada akhirnya akan menghubungkan narasi tersebut dengan realitas kinerja perusahaan.

Karena itu, reputasi yang elegan bukanlah reputasi yang dibangun dengan banyak kata, melainkan dengan keselarasan antara apa yang dikomunikasikan dan apa yang dilakukan.

Helmy Yusman Santoso dan Dimensi Personal Reputasi

Penghargaan Popular PR Person Awards 2026 kepada Helmy Yusman Santoso memberikan dimensi personal pada pencapaian TBIG.

Sebagai CFO, Helmy berada pada posisi yang berhubungan erat dengan informasi keuangan, investor dan berbagai aspek strategis perusahaan. Dalam keterangan resmi TBIG mengenai kinerja kuartal pertama 2026, Helmy juga tampil menyampaikan informasi mengenai akses pendanaan perusahaan dan penerbitan obligasi serta sukuk.

Peran tersebut menunjukkan bahwa komunikasi profesional dalam perusahaan publik memiliki karakter yang berbeda.

Informasi harus akurat, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sinilah reputasi seorang profesional kemudian bertemu dengan reputasi korporasi.

Rekam Jejak yang Konsisten

Penghargaan terbaru tersebut juga tidak berdiri sendiri.

TBIG memperoleh Indonesia Top Digital PR Awards 2026 pada Maret 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas optimalisasi strategi komunikasi dan public relations melalui kanal digital serta konsistensi penyampaian informasi yang kredibel, transparan dan relevan kepada stakeholder.

Pada 2025, TBIG juga meraih Top GCG Awards 2025 dan Indonesia Best Corporate Secretary Awards 2025. Perusahaan menyebut penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas konsistensi penerapan prinsip tata kelola serta peran fungsi Corporate Secretary dalam kepatuhan, keterbukaan informasi dan komunikasi korporat.

Rangkaian tersebut memperlihatkan sebuah pola: reputasi dibangun melalui konsistensi lintas aspek.

Antara Reputasi dan Fundamental

Di pasar modal, reputasi yang kuat tetap harus memiliki fondasi fundamental.

TBIG mencatat kinerja keuangan yang terus menjadi bagian penting dari komunikasi kepada investor. Pada kuartal pertama 2026, perusahaan mencatat total utang sebesar Rp28,656 triliun setelah memperhitungkan pinjaman dolar AS berdasarkan kurs lindung nilai, dengan posisi kas Rp778 miliar dan net debt Rp27,877 triliun.

Dalam RUPST Juni 2026, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sekitar Rp1,0599 triliun atau sekitar 74 persen dari laba bersih perseroan, setara Rp47 per saham.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa narasi korporasi berjalan berdampingan dengan indikator yang dapat diukur.

Mempertemukan Teknologi dan Reputasi

Industri telekomunikasi saat ini tidak hanya berbicara tentang menara dan konektivitas.

Efisiensi operasional, digitalisasi dan artificial intelligence mulai menjadi bagian dari strategi perusahaan infrastruktur.

Pada Asia Telecom Awards 2026, TBIG meraih penghargaan Digital Initiative of the Year dan AI Initiative of the Year. Pengakuan tersebut diberikan atas berbagai inisiatif digital dan pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional serta pengelolaan infrastruktur telekomunikasi.

Dari sudut pandang reputasi, inovasi semacam ini memberikan substansi terhadap narasi transformasi digital perusahaan.

Dengan kata lain, reputasi tidak hanya dibangun melalui komunikasi mengenai inovasi, tetapi juga melalui kemampuan menghadirkan inovasi yang relevan.

Menjaga Standar dalam Skala yang Lebih Besar

TBIG kini memiliki lebih dari 24 ribu site telekomunikasi. Skala tersebut menggambarkan luasnya infrastruktur yang dikelola perusahaan sekaligus kompleksitas tanggung jawabnya.

Ketika perusahaan tumbuh, standar komunikasi juga harus berkembang.

Stakeholder tidak hanya ingin mengetahui apa yang dilakukan perusahaan, tetapi juga mengapa keputusan tertentu diambil dan bagaimana dampaknya terhadap bisnis.

Karena itu, keterbukaan informasi menjadi semakin penting.

Dalam perusahaan publik, kualitas komunikasi bahkan dapat menjadi bagian dari pengalaman stakeholder terhadap kualitas tata kelola perusahaan.

Dari Popularitas Menuju Kredibilitas

Ada perbedaan antara menjadi populer dan menjadi dipercaya.

Popularitas dapat dibentuk melalui eksposur.

Namun, kredibilitas membutuhkan waktu.

TBIG telah beberapa kali mendapatkan pengakuan yang berkaitan dengan public relations, tata kelola, sustainability dan inovasi. Pada 2025, misalnya, perusahaan memperoleh Gold Rank ASRRAT 2025 atas laporan keberlanjutannya.

Rangkaian pencapaian tersebut menunjukkan bahwa upaya membangun reputasi dilakukan melalui lebih dari satu kanal.

Ada komunikasi.

Ada tata kelola.

Ada inovasi.

Dan ada tanggung jawab keberlanjutan.

Masa Depan Reputasi Korporasi

Dalam beberapa tahun mendatang, reputasi perusahaan kemungkinan akan semakin erat dengan kemampuan menjawab isu-isu baru.

Digitalisasi akan berkembang.

AI akan semakin banyak digunakan.

Tuntutan ESG akan terus meningkat.

Sementara investor dan masyarakat akan semakin kritis dalam mengevaluasi informasi perusahaan.

Dalam kondisi seperti itu, perusahaan tidak cukup hanya cepat berkomunikasi.

Perusahaan harus memiliki substansi.

Penghargaan sebagai Momentum

Dua penghargaan pada 7th PR Popular Awards 2026 memberikan TBIG sebuah momentum penting.

Namun, makna sebenarnya terletak pada apa yang dilakukan setelah penghargaan diterima.

Pengakuan tersebut dapat menjadi dorongan untuk mempertahankan standar komunikasi, memperkuat transparansi dan memastikan pertumbuhan perusahaan tetap berjalan seiring dengan kualitas tata kelola.

Bagi Helmy Yusman Santoso, penghargaan personal juga dapat menjadi pengingat bahwa setiap komunikasi membawa representasi terhadap organisasi yang diwakilinya.

Penutup

Reputasi korporasi yang berkelas tidak lahir dari satu kampanye atau satu penghargaan.

Ia tumbuh dari konsistensi.

Dari kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dari tata kelola yang dijalankan.

Dari inovasi yang memiliki manfaat.

Dan dari komunikasi yang mampu menjembatani perusahaan dengan stakeholder.

Dua penghargaan TBIG pada 7th PR Popular Awards 2026 menjadi salah satu refleksi dari perjalanan tersebut.

Di tengah industri telekomunikasi yang semakin strategis bagi ekonomi digital, kemampuan membangun dan mempertahankan kepercayaan akan menjadi semakin bernilai.

Pada akhirnya, reputasi terbaik bukanlah sekadar bagaimana perusahaan terlihat dari luar.

Reputasi terbaik adalah ketika apa yang terlihat, apa yang dikomunikasikan, dan apa yang benar-benar dilakukan perusahaan berada dalam satu garis yang sama.

Sumber

SINDOnews — TBIG Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang 7th PR Popular Awards 2026

Share TO
Facebook
Email
WhatsApp
Telegram