Iklan
Iklan
Iklan

November 4, 2026

PT Adimitra Baratama Nusantara Raih Dua Penghargaan Apresiasi Minerba 2026 dari Kementerian ESDM, Berkat Program Pertanian dan Pemberdayaan UMKM

PT Adimitra Baratama Nusantara Raih 2 Penghargaan Apresiasi Minerba 2026 dari Kementerian ESDM

PT Adimitra Baratama Nusantara meraih dua penghargaan Apresiasi Minerba 2026 dari Kementerian ESDM melalui program pencetakan sawah bidang tingkat pendapatan riil dan pendampingan UMKM bidang kemandirian ekonomi di Sangasanga.

JAKARTA — PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN), perusahaan pertambangan batu bara yang beroperasi di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan Apresiasi Minerba Tahun 2026 dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kedua penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi dan kinerja perusahaan dalam pelaksanaan Program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), khususnya pada dua bidang utama, yakni Tingkat Pendapatan Riil dan Kemandirian Ekonomi.

SPONSORED VIDEO
Tertarik dengan penawaran ini?Pilih Lihat Detail atau langsung Hubungi Kami.

Penghargaan pertama, pada bidang Tingkat Pendapatan Riil, berkaitan dengan program pencetakan sawah di lahan perusahaan melalui kolaborasi bersama Kelompok Tani Setia Maju di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, serta pemerintah.

Sementara itu, penghargaan kedua, pada bidang Kemandirian Ekonomi, diberikan atas program pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dilaksanakan perusahaan di Kecamatan Sangasanga.

Dua penghargaan tersebut memperkuat catatan prestasi ABN dalam mengembangkan program pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat saat ini, tetapi juga mempersiapkan sumber penghidupan yang lebih mandiri dan berkelanjutan pada masa pascatambang.

Dua Penghargaan dalam Apresiasi Minerba 2026

Apresiasi Minerba 2026 merupakan bentuk pengakuan dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM terhadap kontribusi dan kinerja perusahaan pertambangan dalam berbagai bidang pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Minerba Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 yang diselenggarakan pada 2–3 November 2026 di JIExpo Convention Centre & Theatre, Kemayoran, Jakarta.

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat” tersebut menekankan pentingnya kontribusi industri pertambangan dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam ajang ini, PT Adimitra Baratama Nusantara memperoleh dua pengakuan pada bidang PPM yang saling melengkapi.

Bidang Tingkat Pendapatan Riil menyoroti program pertanian yang diarahkan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat melalui kegiatan produksi pangan.

Adapun bidang Kemandirian Ekonomi menyoroti upaya perusahaan dalam mendampingi dan memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha secara lebih mandiri.

Kedua program tersebut mencerminkan pendekatan pemberdayaan melalui pengembangan sumber pendapatan sekaligus peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola kegiatan ekonomi.

Penghargaan Tingkat Pendapatan Riil melalui Program Pencetakan Sawah

Penghargaan pertama yang diterima ABN berkaitan dengan program pencetakan sawah yang dikembangkan di lahan perusahaan.

Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kelompok Tani Setia Maju di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, serta melibatkan kolaborasi dengan pemerintah.

Pengembangan sawah diarahkan untuk mendukung peningkatan pendapatan riil masyarakat melalui kegiatan pertanian produktif.

Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas kegiatan ekonomi di luar sektor pertambangan.

Melalui pemanfaatan lahan untuk pertanian, masyarakat memperoleh kesempatan mengembangkan kegiatan produksi yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Program ini sekaligus memiliki relevansi terhadap upaya penguatan ketahanan pangan di tingkat lokal.

Keberlanjutan manfaatnya membutuhkan pengelolaan pertanian yang konsisten, pendampingan teknis, serta keterlibatan aktif kelompok tani.

Penghargaan Kemandirian Ekonomi melalui Pendampingan UMKM

Penghargaan kedua diterima ABN pada bidang Kemandirian Ekonomi melalui program pendampingan UMKM di Kecamatan Sangasanga.

Program ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

Pendampingan UMKM memiliki peran penting dalam mendorong diversifikasi ekonomi wilayah pertambangan.

Melalui pengembangan kapasitas usaha, masyarakat diharapkan mampu membangun sumber penghidupan yang tidak sepenuhnya bergantung pada kegiatan operasional perusahaan.

Penguatan kemampuan pelaku UMKM dapat mencakup pengelolaan usaha, pengembangan produk, pemasaran, serta peningkatan kemampuan menghadapi persaingan.

Bagi ABN, pemberdayaan UMKM menjadi bagian dari upaya mempersiapkan masyarakat menghadapi perubahan ekonomi pada masa pascatambang.

Dua Program, Satu Tujuan: Masyarakat Sangasanga yang Mandiri

Meskipun memiliki pendekatan berbeda, kedua program PPM ABN diarahkan pada tujuan yang sama, yakni mendukung kemajuan dan kemandirian ekonomi masyarakat Sangasanga.

Program pencetakan sawah berfokus pada pengembangan kegiatan pertanian untuk meningkatkan pendapatan riil.

Sementara program pendampingan UMKM menekankan penguatan kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Kombinasi keduanya menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi lokal.

Dengan semakin beragamnya kegiatan produktif, masyarakat diharapkan memiliki pilihan sumber pendapatan yang lebih luas.

Upaya ini menjadi penting karena aktivitas pertambangan memiliki masa operasional yang terbatas, sedangkan kebutuhan ekonomi masyarakat akan terus berlangsung.

Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Dalam pelaksanaan kedua program tersebut, ABN menempatkan kolaborasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai salah satu tantangan utama.

Perusahaan perlu membangun kerja sama yang berkelanjutan dengan pemerintah, kelompok tani, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar.

Kolaborasi menjadi penting untuk memastikan program yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan serta potensi ekonomi lokal.

Keterlibatan masyarakat juga diperlukan agar kegiatan pemberdayaan dapat terus berjalan dan berkembang secara mandiri.

Memperkuat Reputasi melalui Prestasi Nasional

Perolehan dua penghargaan Apresiasi Minerba 2026 menambah daftar pengakuan terhadap program tanggung jawab sosial PT Adimitra Baratama Nusantara.

Sebelumnya, perusahaan telah meraih TOP CSR Awards 2025 Star 4, Platinum Champion BISRA Awards 2025, serta posisi 1st Runner-Up kategori Corporate Social Responsibility – Medium dalam ASEAN Coal Awards 2023.

ABN juga mencatat Subroto Award 2022 dalam perjalanan prestasinya.

Rangkaian penghargaan tersebut memperkuat profil perusahaan dalam pengembangan program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Namun, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada konsistensi pelaksanaan program serta manfaat yang dapat dipertahankan masyarakat.

Membangun Warisan Ekonomi Pascatambang

Bagi PT Adimitra Baratama Nusantara, pemberdayaan masyarakat bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan program sosial selama kegiatan pertambangan berlangsung.

Lebih jauh, perusahaan berupaya mendukung terbentuknya fondasi ekonomi masyarakat yang mampu bertahan setelah masa operasional tambang berakhir.

Melalui program pencetakan sawah dan pendampingan UMKM, ABN mendorong pengembangan sumber pendapatan sekaligus kemampuan berusaha masyarakat.

Dua penghargaan Apresiasi Minerba 2026 menjadi pengakuan atas dua pendekatan pemberdayaan yang berbeda, tetapi memiliki satu tujuan besar: membangun masyarakat Sangasanga yang semakin produktif, berdaya, dan mandiri secara ekonomi.

Dengan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, kedua program tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan kehidupan ekonomi Sangasanga pada masa mendatang.

Share TO
Facebook
Email
WhatsApp
Telegram